Feeds:
Posts
Comments

How V-Tech Works

Known as a Mechanical Engineer, some peoplel asked me how the latest engine technology works; V-tec, i-DSI, DOHC etc works. Inspite of pooly learning these stuffs once undergraduate, I should enhance the knowledge and owe to them whom have ‘encouraged and thus challenged’ me having expertises on the basic ground: Mechanica Engineering.

Know, this is just the beginning: V-tec from Honda. What is that:

VTEC is Honda’s trademarked acronym for Variable valve Timing and Electronic lift Control. Put simply, it’s a method of directly altering the cam profile that valves “see”, so that the optimum grind can be utilized at either high or low rpm.Honda currently has three different VTEC systems for sale in the U.S., but the primary differences are level of complexity and design purpose. Since the high performance version is the most often discussed, I’ll describe it: The high performance VTEC system, which made it’s debut in the Honda NSX, later became available on various other models – Integra, Prelude, delSol, Civic, Accord, etc. Continue Reading »

Oleh:Nyoman Sukadana

Catur Warna adalah ajaran agama Hindu tentang pembagian tugas dan kewajiban masyarakat atas „guna” dan „karma” dan tidak terkait dengan kasta atau wangsa. Catur Warna adalah ajaran agama Hindu tentang pembagian tugas dan kewajiban masyarakat atas „guna” dan „karma” dan tidak terkait dengan kasta atau wangsa. Sumber-sumber ajaran Catur Warna diantaranya : Continue Reading »

Oleh: Degung Santikarma

Ada dua tragedi sarat makna yang menyentuh ingatan kolektif di Bali

pada bulan ini. Yang pertama, Puputan Badung, terjadi seabad yang lalu

ketika raja Badung dan pengikutnya gugur di medan perang menghadapi bala

tentara Belanda. Yang kedua terjadi 41 tahun yang lalu ketika orang-orang

Bali yang dicap “komunis” terbantai oleh sesamanya dengan dukungan militer,

melahirkan lebih dari tiga dasawarsa penyempitan hak sipil.

Peristiwa yang pertama dirayakan bulan ini dengan meriah sebagai

kejadian yang membuktikan manusia Bali heroik dan nasionalis, siap mati demi

kejayaan negara. Peristiwa yang kedua tak mendapat tempat pada benak publik

Bali, padahal kejadian tersebut juga menghasilkan manusia Bali yang gagah

dan berani, termasuk ribuan tukang jagal yang berperan sebagai eksekutor. Continue Reading »

100px-lambang_bangliKampus Besar Kerohanian Bali Kuno Catatan Menjelang 800 Tahun Bangli Jantung Bali (1) SABTU Umanis wuku Tolu, 10 Mei mendatang, Kota Bangli memasuki usia 799 tahun. Itu berarti setahun lagi Bangli genap berusia 800 tahun atau delapan abad. Betapa tua, sesungguhnya.

Continue Reading »

Ketika Aku Mulai

indonesia_mtmerapi

source: AFP

Ketika aku masih belum banyak tahu,
hidup ini kuanggap begitu mudah,
hanya mengirup udara dan menghembuskan kembali,
seperti bermain-main, tak ada beban kupikul dipundakku..

Ketika aku mulai kenal gelora,
ingin kujelajahi sluruh sudut bumi,
entah berapa lamanya, entah berapa jauhnya,
kan kutuang dalam jiwa, dan aku mulai bertemu banyak kesulitan

Malam, tunjukkanlah keheninganmu,
aku tengah bercermin dalam gelap,
telah jauh perjalanan yang aku tempuh, telah banyak peristiwa aku lihat
dan sekarang aku merasa berhutang untuk mengisi kemerdekaan,
meskipun hanya lewat nyanyian, kehembuskan untuk perjuangan..

Ketika aku mulai beranjak tua,
hari-hari terasa semakin singkat,
saatnya untuk mengabdi, berkorban untuk bangsaku
menebus keterlambatan,
Saat aku lahir perang telah usai..

(Ebiet G. Ade, 1995)

dengar

Adelaide ( Nov 2008).

Pro kontra pengesahan UU Pornografi tidak saja terjadi di tanah air. Suara serupa juga bergema dari Adelaide, South Australia. Dalam Seminar yang bertajuk “Scaling the Civil Aspect of the Pornography Act in Indonesia” yang diadakan oleh Masyarakat Islam Indonesia Australia Selatan (MIIAS) bulan November lalu, tiga dari empat pembicara menyatakan pertidaksetujuannya pada pesahanan dan pemberlakuan Undang-undang Pornografi di Indonesia. Sebagai pembicara Dr. Budianto, seorang budayawan yang tinggal dan bekerja sebagai pengajar college di Austaralia, Adrian sekaligus, Neng Viena, seorang aktifis perempuan di Jakarta dan tengah menyelesaikan study Master of Women Studies di Flinders University, sedangkan keynote speaker I Wayan Sadwika Salain, mantan ketua Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Gadjah Mada yang saat ini juga tengah menyelesaikan study-nya pada di Flinders University, Adelaide. Yang bertindak sebagai Moderator adalah Khoirul Umam, seorang wartawan harian Jawapos yang saat ini memperdalam study International Relation pada Universitas yang sama. Continue Reading »

Baliho TasikTV

(artikel ini telah di publikasikan pada harian Jawa Pos, edisi Kamis 4 September 2008 dan dikutip juga oleh situs berita online www.beritabali.com)

Pemerintah – melalui Departemen Komunikasi dan Informasi – mengeluarkan surat edaran (SE) yang isinya akan melakukan penertiban a.k.a penutupan terhadap sejumlah TV lokal yang tidak mempunyai ijin. Bahkan, Menteri Komunikasi dan Informasi, M. Nuh mengancam akan “memejahijaukan” televisi lokal yang tidak memiliki ijin siaran. Sekilas, Surat Edaran dan ancaman tersebut terlihat sebagai konsekuensi wajar atas penegakan hukum di bidang penyiaran. Namun, jika kita menyimak dengan seksama tentang apa yang terjadi pada dunia penyiaran kita 5 tahun terakhir ini, utamanya trilogi kepentingan KPI-Depkominfo-TV nasional, bisa diduga kl kebijakan tersebut adalah sebuah skenario penggagalan Siaran Sistem Berjariangan (SSB) yang sedianya dilakukan Desember 2009.   Continue Reading »

Disc Nucleoplasty

What is Lumbar Spine

The lumbar spine – or low back – is the third major region of the spine (Figure 1). Most people have five bones or vertebrae in the lumbar spine, although it is not unusual to have six. Each vertebra is stacked on top of the other and between each vertebra is a gel-like cushion called a disc (intervertebral disc). The discs help to absorb pressure, distribute stress, and keep the vertebrae from grinding against each other. Continue Reading »

artike ini telah dipublikasikan di www.beritabali.com (edisi 28 July 2008 – 1 Agustus 2008)

Selamat Datang para anggota Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Bali. Lebih tepat lagi, jika ucapan ini disampaikan empat bulan lalu, saat DRPD Bali berhasil memilih orang-orang terbaik yang dimiliki Bali di bidang Penyiaran. Di pundak para punggawa KPID Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali, TERTUMPU semua harapan terciptanya keadilan penyiaran di daerah Bali. Memang, harapan ini terkesan terlalu muluk saat Kkita melihat kegamangan dan ketidakpastian hukum penyiaran ditanah air saat ini. Paket Peraturan pemerintah ttg Peraturan Pemerintah tentang Penyiaran (49 -52 th 2005) yg kehadirannya diharapkan meberi kepastian hukum dengan memperjelas keberadaan UU No 32 th 2002 tentang Penyiaran justru membuat ketidakjelasan baru. Apa saja ketidakjelasan itu? Apa yang bisa diharapkan dari KPID kita? Continue Reading »

Older Posts »